Di sebuah hutan yang rimbun, burung enggang terbang dari satu pohon ke pohon lainnya. Paruhnya yang besar membawa buah. Ia makan sebagian dan menjatuhkan bijinya di tempat lain.
Raka, seorang anak yang sedang berjalan bersama ibunya, berhenti untuk mengamati. “Mengapa burung itu berpindah-pindah, Bu?” tanyanya. “Ia sedang mencari makanan. Tanpa disadari, ia juga membantu menyebarkan biji,” jawab ibu.
Mereka duduk di bawah pohon. Ibu mengajak Raka melihat tanaman kecil yang tumbuh di antara daun kering. Setiap tanaman membutuhkan waktu untuk menjadi besar. Setiap pohon menjadi rumah bagi kehidupan lainnya.
Raka mengambil buku gambarnya. Ia menggambar seekor enggang dengan sayap terbuka. Di bawahnya, ia menggambar pohon kecil dan menulis: semua yang hidup di hutan saling terhubung.
Ketika pulang, Raka tidak membawa bunga atau ranting dari hutan. Ia membawa sebuah gambar dan tekad untuk merawat tanaman di rumah. Ia ingin menjadi penjaga kehidupan, dengan caranya sendiri.
Cerita fiksi orisinal untuk pembelajaran, bukan cerita rakyat tradisional.